Bergodo Ringin Putih Kedaton Kidul Raih Juara Kirab Apem pada Peringatan Hari Jadi Kalurahan Pleret

23 Februari 2025
IWAN ALIM SUNU PURWOKO, S.P.
Dibaca 284 Kali
Bergodo Ringin Putih Kedaton Kidul Raih Juara Kirab Apem pada Peringatan Hari Jadi Kalurahan Pleret

Pleret, 23 Februari 2025 – Dalam rangka memperingati hari jadi Kalurahan Pleret, panitia hari jadi mengadakan serangkaian acara dengan puncaknya dilaksanakan kirab apem. Kegiatan ini diikuti oleh 14 bregodo dari 11 padukuhan di Kalurahan Pleret. Bergodo Ringin Putih dari Kedaton Kidul berhasil keluar sebagai juara pada acara kirab budaya ini, membawa kebanggaan bagi wilayahnya.

Kirab apem, yang menjadi tradisi tahunan, dilaksanakan dengan start dan finish di Lapangan Kanggotan. Dimulai pada pagi hari, kirab ini menampilkan berbagai atraksi seni, budaya, dan kreativitas dari masing-masing bregodo yang turut berpartisipasi. Setiap bregodo menampilkan keunikan dan kekhasan masing-masing, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk melestarikan budaya lokal.

Bergodo Ringin Putih Kedaton Kidul yang mengusung tema Perjuangan Sultan Agung, memikat perhatian para juri dengan penampilan yang memukau dan soliditas para anggotanya. Dengan kostum yang seuai, formasi yang rapi, serta penghayatan terhadap nilai-nilai budaya, bregodo ini berhasil meraih penilaian tertinggi.

Lurah Pleret, Taufik Kamal dalam sambutannya, mengapresiasi seluruh peserta yang telah memberikan kontribusi maksimal dalam memeriahkan acara ini. “Acara ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati hari jadi Kalurahan Pleret, tetapi juga sebagai upaya untuk mempererat persatuan dan melestarikan budaya. Selamat kepada Bergodo Ringin Putih Kedaton Kidul yang telah meraih juara, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya.

Kirab apem kali ini tidak hanya dimeriahkan oleh peserta, tetapi juga ribuan warga yang antusias menyaksikan. Acara berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Dengan kesuksesan ini, diharapkan tradisi kirab apem dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya lokal. (Dewi)